Ambruknya Dinding Draenese Pasar Kahayan, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Sebutkan Faktor Alam

Ambruknya Dinding Draenese Pasar Kahayan, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Sebutkan Faktor Alam
Kasatker M. Barani dan Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Dwi Cahyo Saat Memberikan Keterangan Kepada Awak Media

PALANGKA RAYA - Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Pelaksanaan Jaringan Sumber Air, Provinsi Kalimantan Tengah, tadi siang Senin (8/02) melaksanakan Jumpa Pers di Kantornya, jalan Cilik Riwut KM 3, 5 Kota Palangka Raya.

Jumpa Pers tersebut terkait ambruk/robohnya Tanggul dinding siring draenese penggaringan yang berlokasi dikomplek pasar Kahayan Mendawai, Palangka Raya.

Dinding Siring Draenese sepanjang 50 meter roboh, diakibatkan oleh adanya dorongan saluran air ( Tersier ) dari pemukiman masyarakat komplek mendawai sekitar.

Proyek yang menelan dana dari APBN Rp 17 milyar lebih, baru selesai dikerjakan oleh pihak Kontraktor PT. Karya Nusa Mandiri Pusat Palangka Raya, akhir tahun 2020 lalu.

Berdasarkan keterangan dari pihak Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, kontruksi draenese telah melalui evaluasi dan tahapan teknis.

“Diketahui pada hari Jumat tanggal 5 Pebruari 2021, cuaca di kota Palangka Raya hujan Ekstrim dari sore hingga subuh, namun lebatnya pukul 21.00 hingga pukul 24.00 Wib, terjadi genangan dari Mendawai 1, 2, 3 dan 4. Posisi Mendawai biasanya adalah flek, tidak ada daerah tersier, sehingga air itu menuju ke draenese utama kita tanpa adanya saluran utama/tersier, ” Kata Muhamad Barani, selaku Kepala Satuan Kerja Balai Wilayah Sungai II.

Akibat genangan air hujan yang sangat besar di kawasan pemukiman masyarakat di Mendawai, sehingga air untuk menuju ke Draenese utama tanpa adanya saluran utama, aliran air tidak berarah kesana kemari. Sedangkan saluran yang ada saluran tanah biasa sehingga bangunan Draenese tidak mampu menampung air yang debitnya besar dari kawasan pemukiman Mendawai.

Barani menjelaskan juga, selain kondisi cuaca selama ini melanda kota Palangka Raya dengan curah hujan yang sangat lebat, bahkan bisa dalam beberapa hari hujan terus menerus, faktor pemukiman masyarakat juga yang berdekatan dengan Saluran utama ( Pengaringan ) sebagian penyebab faktor ambruknya dinding Draenese itu.

“Kondisi bangunan kita berdekatan dengan pemukiman masyarakat, dan banyaknya sepitank warga, hanya beberapa meter saja, sehingga tanah disekitar dinding Tanggul pengaringan lembek, ” jelasnya,

Pada kesempatan itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Dwi Cahyo, menyampaikan selain musibah ambruknya sebagian dinding draenese kawasan mendawai, juga dibeberapa wilayah Indonesia ada juga bangunan yang ambruk akibat kondisi curah hujan ekstrim saat ini.

“Dimana - mana di seluruh Indonesia terjadi banjir Ekstrim, ini saya juga masih komunikasi sama teman - teman, kemarin saya masih tugas di Jawa, banjir di Semarang itu yang ngga pernah banjir, satu meter ketinggianya yang tidak pernah banjir, ada jembatan roboh kemudian di Sungai Serayu Opak, pak Menteri dari sana, ya dinding - dinding kaya gitu pada roboh termasuk di daerah Banyumas, ini lebih mahal lagi, puluhan Milyar bisa roboh, ” jelas Dwi Cahyo kepada awak media.

Dwi Cahyo menjelaskan bahwa terkait ambruknya sebagian dinding draenese kawasan mendawai bukanlah kesalahan siapa - siapa, baikpun itu puhak kontraktor maupun dinas.

“Artinya kesalahan sih ngga tapi kebetulan ngga terlihat disitu ada saluran yang tidak terlihat itu setelah banjir ada dorongan yang keras sekali, tidak ada pembuangan yang lobang cukup besar memadai hanya lobang paralon cukup kecil akhirnya terdorong oleh kekuatan arus banjir dikawasan pemukiman mendawai, ” paparnya.

Berdasarkan paparan dan penjelasan yang disampaikan Pihak Balai Wilayah Sungai Kalimantan II dan Kepala Satuan Kerja, murni musibah alam serta bangunan tersebut masih dalam proses pemeliharaan dan tanggung jawab kontraktor.

“Intinya pekerjaan tersebut masih tanggung jawab kontraktor dan uang pemeliharaan masih kita tahan, apa bila pihak kontraktor tidak bisa menyelesaikan bangunan dinding draenese yang sebagian ambruk, maka uang jaminan tersebut akan kita serahkan kepada Negara, ” kata Kepala Balai.

(//indra)

Palangka Raya
Indra Gunawan

Indra Gunawan

Previous Article

Jalan Kuala Kurun Palangka Raya Rusak Parah,...

Next Article

Kapolda Kalteng Irjen Pol Dr Dedi Prasetyo,...

Related Posts

Peringkat

Profle

Syafruddin Adi

Andy

Andy

Postingan Bulan ini: 237

Postingan Tahun ini: 306

Registered: Nov 20, 2020

Update

Update verified

Postingan Bulan ini: 218

Postingan Tahun ini: 2556

Registered: Jul 9, 2020

Achmad Sarjono

Achmad Sarjono verified

Postingan Bulan ini: 195

Postingan Tahun ini: 1478

Registered: Sep 25, 2020

Suhardi

Suhardi

Postingan Bulan ini: 185

Postingan Tahun ini: 1019

Registered: Sep 22, 2020

Profle

Joni Hermanto

Kabupaten Tana Toraja Masuk Daftar PPKM Level 4, Kapolres: Penyekatan di Perbatasan Mulai  Hari Senin
Besok Sidang MK  Dan Jika Terjadi Kembali Pelanggaran PSU Jilid II, Apakah PSU Kembali Atau Salah Satu Paslon Di Diskualifikasi Oleh MK ?
Warga Nagori Mancuk Ditemukan Tewas di Areal PTPN IV Kebun Dosin, Dugaan Akibat Gigitan Ular Berbisa
Bravo...Polres Labuhanbatu Grebek Judi 12 Mesin Jackpot Di Sekitar Lingkungan Rumah Cawabup Labuhanbatu

Follow Us

Recommended Posts

Aggota DPR RI Irine Yusiana Roba: Otoritas Independen Syarat Mutlak Lindungi Data Pribadi Warga
Kepala BRIN: Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan Solusi Masa Depan
Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Taruna-Taruni Akademi TNI 2021
Begini Aturan Pembukaan Bertahap Operasional Perdagangan
Operasi Berakhir dan Pulihkan Lingkungan, SKK Migas akan Nonaktifkan Tujuh Anjungan